Memasuki umur 50 tahun, umumnya wanita akan mengalami perubahan yang cukup besar dalam hidupnya. Baik itu dari segi kesehatan fisik maupun kesehatan mental.

    Salah satu perubahan yang dialami ialah menopause. Untuk dapat lewat perubahan di tubuh ini dengan damai dan sehat, berikut 5 variasi vitamin yang dapat dikonsumsi saat masa menopause.

    Bagaimana Menopause Memengaruhi Tubuh?

    Sebelum mengetahui variasi vitamin apa saja yang dibutuhkan wanita menopause, ketahui dahulu perubahan-perubahan yang mungkin terjadi saat Anda masuk masa menopause.

    Dijelaskan oleh dr. Arina Heidyana, umumnya menopause akan ditandai dengan gejala fisik maupun psikologis pada wanita. Gejala yang muncul ini kerap kali kali buat wanita merasa tak nyaman dan terganggu.

    “Gejala biasa yang dialami oleh wanita menopause ialah berhentinya siklus menstruasi di umur 40 sampai 50 tahun ke atas. Namun, sebelum siklus menstruasi stop, para wanita akan mengalami serangkaian perubahan psikologis dan emosi yang dapat mengganggu kesibukan sehari-hari,” ujar dr. Arina.

    Disebutkan oleh dr. Arina, adapun sebagian perubahan yang dapat terjadi pada seorang wanita menjelang atau saat menopause seperti berikut ini.

    • Perubahan mood.
    • Insomnia.
    • Gampang murka atau sensitif.
    • Seringkali merasa stres atau depresi.
    • Nyeri pada kepala.
    • Menstruasi jadi tak lancar atau siklusnya jadi memendek (dapat kurang dari seminggu atau bahkan cuma sebagian hari).

    Selain perubahan di atas, menopause pada seorang wanita juga dapat menyebabkan sebagian keadaan kesehatan lainnya.

    Misalnya saja, inkontinensia urin atau keadaan di mana seseorang mengalami gangguan pada jaringan vaginanya.

    “Keadaan ini membikin elastisitas jaringan organ intim wanita mengendur. Sehingga, seorang wanita dapat saja mengalami buang air kecil secara mendadak tanpa direncanakan. Mirip seperti menstruasi yang keluar secara tiba-tiba, bedanya ini air kencing yang keluar. Dikala keadaan ini tak dituntaskan dengan bagus, karenanya infeksi saluran kemih juga lebih mungkin terjadi,” ujar dr. Arina.

    5 Vitamin yang Dibutuhkan Oleh Penderita Menopause

    Nah, untuk meminimalisir gejala yang mungkin terjadi, ada sebagian variasi gizi dan vitamin yang seharusnya dipenuhi oleh wanita menopause. Dijelaskan oleh dr. Arina, berikut pemaparannya.

    Vitamin B12
    Dijelaskan menopause juga rentan mengalami osteoporosis. Ini disebabkan karena menurunkan kepadatan tulang yang terjadi karena menurunnya kadar estrogen.

    keadaan ini tak terjadi, wanita menopause seharusnya memenuhi asupan vitamin B12 supaya kesehatan tulangnya tetap terjaga.

    Kecuali itu, Vitamin B12 juga berguna untuk menjaga kesehatan saraf, dan memproduksi sel darah merah. Seiring bertambahnya umur, produksi sel darah merah jadi menurun dan dapat mengganggu kesehatan tubuh.

    Vitamin B6
    Untuk mengatasi persoalan perubahan suasana hati, Vitamin B6 dapat jadi solusinya. Vitamin ini berguna meningkatkan hormon serotonin dalam tubuh untuk mengatasi mood swing saat menopause.

    Anda dapat temukan asupan B6 dari buah pepaya, alpukat, pisang, dan sayuran hijau.

    Vitamin D
    Vitamin D juga berguna untuk menjaga kesehatan tulang dan kulit wanita menopause. Anda dapat berjemur di bawah cahaya sang surya pagi untuk memenuhi asupan vitamin D harian.

    Vitamin E
    “Untuk mengatasi persoalan depresi, dapat mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin E tinggi. cuma mengatasi persoalan depresi, vitamin E juga berfungsi untuk mencegah penyakit kardiovaskular (jantung) dan mencegah kenaikan berat badan yang kerap kali dialami wanita menopause,” ujar dr. Arina.

    Anda dapat menerima asupan vitamin E dari bayam, tomat, paprika, kacang almond, kiwi, brokoli, dan ikan salmon.

    Kalsium
    menopause, kebutuhan akan kalsium bahkan jadi meningkat. Hal ini karena terkait dengan menurunnya jumlah hormon estrogen dalam tubuh. Untuk memenuhi kebutuhan kalsium tersebut, Anda dapat mengonsumsi produk olahan susu sapi, seperti yoghurt dan keju.

    “Untuk mengatasi penurunan kadar estrogen saat menopause, dapat tolong dituntaskan dengan banyak konsumsi kedelai juga, seperti tahu, tempe, air tahu (susu kedelai), dan sebagainya. Ini dikarenakan kedelai mengandung isoflavon yang diubah menjadi mirip estrogen di dalam tubuh,” tambah penjelasan dari dr. Arina.

    RELATED ARTICLES

    Cara Mengatasi Jamur Pada Kuku Yang Ampuh

    Salah satu dilema yang bisa timbul di tubuh adalah jamur. Tapi, pernahkah terbayangkan timbul jamur di kuku-kuku Anda? Keadaan itu tentu akan merusak penampilan kaki Anda. Tapi hening, ada cara untuk mengatasi jamur kuku hal yang demikian. Menurut dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, infeksi jamur…

    6 Masalah Akibat Kebanyakan Cuka Apel

    Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan cuka apel alias apple cider vinegar. Bahan herbal serba guna ini katanya punya segudang efek positif bagi kesehatan. Tak digunakan dicampur ke makanan, minuman, atau bahan rendaman daging, cuka apel juga sering diminum seketika yang katanya bagus untuk…

    Cara Mengatasi Jerawat Pada Bayi

    Banyak orang yang belum menyadari, jerawat juga dapat terjadi pada bayi. Keadaan ini malah tergolong sering ditemukan, termasuk pada bayi di Indonesia. Jangan-jangan, bayi Anda ialah salah satu yang mengalaminya? Jerawat pada bayi berbeda dengan yang terjadi pada orang dewasa. Kendati demikian, adanya jerawat bayi…

    7 Makanan untuk Ibu Menyusui agar Bayi Pintar

    Memberikan ASI secara eksklusif pada 6 bulan pertama kehidupan si Buah betul-betul penting bagi tumbuh kembang anak. Salah satunya, untuk mendukung pertumbuhan otak yang optimal agar si Buah tumbuh cerdas. Ya, anak yang cerdas sesungguhnya dapat dibentuk sedari fase konsumsi ASI, via makanan yang ibu…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *